Sabtu, 06 November 2010

Dari mama buat anak-anak

Assalamu 'alaikum Andhika, Adhit, dan Abhi

Mama nulis ini sambil enggak kebayang kapan kalian akan ngebacanya. Maybe today, tomorrow, next year, I have no idea, tapi kapan pun kalian baca ini, mama tetep sayang sama kalian.

Hari ini mama ke makam papa. Udah 6 tahun sejak kepergian papa. Di sana mama ngomong banyak sama papa, soalnya mama kangen banget sama papa hiks... sampai cerita mama ngelantur, dan sadar-sadar, mama lagi ceritain papa tentang kalian semua.

Mama bilang ke papa, kalau papa bisa istirahat yang tenang. Mama yakin juga papa udah ngeliat dari sana kalau kalian tumbuh jadi laki-laki yang pada ganteng, pada gagah kayak dirinya dulu. Eh mama juga cerita kalau dulu kita was-was sama kalian... punya 3 anak laki-laki yang mama papa takut bakal hura-hura mulu kerjaannya. Ternyata kalian bisa lho buktiin kalau kalian mampu menepis kekhawatiran mama dan papa. Papa pasti bangga banget kalian udah punya cara masing-masing untuk mengejar cita-cita masing-masing, Andhika dan Adhit udah bisa mandiri menafkahi keluarganya dan Abhi... mama baru mikir kapan kamu akan menikah, Nak? Kalau mau ikutin jejak kakak-kakakmu, harusnya tahun ini sampai juni 2011 ya hehehe... tapi mama enggak mau maksa kamu harus begini harus begitu, setiap orang kan ada jalannya masing-masing ya... Yang pasti-pasti aja untuk anak bungsu mama ini, bawalah wanita yang Shalihah agar kalian bisa selalu saling menuntun diri menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Amin...

Mama juga cerita ke papa kalau mama sempet tinggal bareng Adhit dan Abhi selama 2 tahun di Utrecht, makanya mama enggak sering ngunjungin papa. Kalau urusan mama di sini enggak banyak, mama lebih mending tinggal sama anak-anak mama, trus main setiap saat sama cucu-cucu mama, tapi belum saatnya kali ya. Mama sangat menantikan akhir tahun ini, Andhika pulang for good, dan semoga Adhit dan Abhi kelar urusannya masing-masing jadi juga bisa pulang. However do not take it seriously, jalanin dulu kehidupan kalian masing-masing.

Pesan mama dan pesan papa juga tentunya, enggak banyak-banyak:
1. Jangan lupa shalat! Bimbing dirimu sendiri dan keluarga untuk one step closer to God setiap setiap harinya. Meskipun Allah ada lebih dekat dari urat nadimu, setiap shalat yang kalian tinggalkan akan menjauhkan kalian dari Dia
2. Patuh dan dengarkan kata-kata orang yang lebih tua, karena sepintar apapun kalian, kalian masih kurang memiliki pengalaman dari orang yang lebih tua.
3. Tanggung jawab atas apapun keputusan kalian. Oleh karena itu, buatlah keputusan yang baik, sehingga kalian bisa menjalani hidup dengan lebih bijak dan bermakna.
4. Hargai waktu dan jangan pernah bermalas-malasan. Contoh papa kalian yang selalu ulet dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik, because time is money. Penghargaan tinggi kalian untuk waktu akan membuahkan etos kerja yang baik. Ya kan, ya kan?
5. Jaga nama baik keluarga dan marga. Itu penting.
6. Hidup hemat. Karena hidup mewah enggak ada gunanya, di dunia ini hanya sementara. Persiapkan apa yang kalian butuhkan di masa tua kalian, apa yang akan istri & anak kalian butuhkan saat kalian meninggalkan mereka dan tentunya apa yang kalian butuhkan diakhirat nanti.

Pesan mama begitu aja. Mama yakin kalian udah nggak suka didikte dan menurut mama kalian udah tumbuh mandiri (eh tapi kalau ada pesan lagi nanti mama tulis-tulis lagi). Mama hanya bisa menambahkan do'a mama untuk mendampingi setiap usaha kalian supaya tumbuh jadi orang dewasa yang bijaksana dan berhasil di masa depan (bahagia dalam rumah tangga, kaya, dan selalu dekat kepada Allah S.W.T).

Do'a mama selalu menyertai kalian. Cium jauh untuk tiga anak mama yang ganteng.

1 komentar:

  1. Kangen, Ma... Terima kasih udah selalu inget & doain Adhit, Andhika, dan Abhi. Insya Allah Adhit bisa ngejalanin pesan-pesannya Mama dengan baik. I love you :)

    BalasHapus